Munirulabidin's Blog

August 19, 2011

Etika Pemerintahan Dalam Islam

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 6:30 am

Akhir-akhir ini sering muncul masalah yang serius dalam penyelenggaraan pemerintahan kita, baik yang terkait dengan pejabat pemerintahnya maupun kebijakan-kebijakan  yang diambilnya. Adanya para pejabat yang korup, rela mengorbankan kepentingan masyarakat banyak demi untuk kepentingan golongan dan dirinya sendiri, arogan dan sebagainya, merupakan fenomena yang dapat kita jumpai sehari-hari. Berita-berita miring tentang kebijakan pemerintah yang tidak memihak masyarakat, hilangnya pilar-pilar demokrasi dalam pengambilan keputusan terkait dengan kepentingan masyarakat luas, adanya para pejabat yang diadili di meja hijau karena penggelapan uang rakyat, korupsi dan sebagainya, merupakan berita-berita yang hampir setiap hari dapat kita saksikan di mass media, baik media cetak maupun elektronik. Fenomena-fenomena di atas menggambarkan, betapa banyaknya problem pemerintahan kita saat ini, yang semakin hari semakin bertambah banyak. Semua itu terjadi karena sebagian orang telah melupakan apa yang disebut ” Etika Pemerintahan”.

Etika pemerintahan merupakan perinsip-prinsip moral yang baik dan buruk yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, yang dianggap sebagai pedoman yang dapat mengantarkan pemerintah untuk bertindak secara baik, guna menyejahterakan masyarakat. Etika diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintah, agar pemerintah tersebut bertindak secara benar sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.  Demikian itu karena, dibentuknya pemerintahan dalam suatu Negara memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu menjaga sistem ketertiban yang memungkinkan masyarakat dapat menjalani kehidupannya secara wajar. Keberadaan pemerintah diperlukan pada hakikatnya adalah untuk memberikan pelayanan kapada masyarakat, agar mereka dapat menjalani kehidupan mereka secara baik, tertib dan bertanggung jawab. Pemerintah tidak dibentuk untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya, demi mencapai tujuan bersama. [1]

Pemerintah merupakan pelayan dan fasilitator masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka, baik dalam urusan yang terkait dengan mereka sebagai individu maupun mereka sebagai masyarakat. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kadang-kadang peran dan tugas pemerintah yang sedemikian baik dan mulia itu menjadi berubah. Tidak sedikit para pejabat pemerintah yang berubah peran dari pelayan masyarakat menjadi penguasa masyarakat. Mereka alih-alih menjadi pelayan masyarakat, berubah menjadi penguasa yang tidak berpihak kepada masyarakat. Kebijakan-kebijakan yang diambilnya, banyak merugikan masyarakat dan bahkan memberatkan masyarakat, sehingga masyarakat bukannya merasa mudah dan kreatif dalam menjalani kehidupan, sebaliknya mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan.  Demikian itu karena, para birokrat dan penguasa yang duduk di kursi pemerintahan, tidak mengemban etika pemerintahan yang baik dan bertanggungjawab. Jika para pejabat pemerintah mengemban tugas mereka dengan baik, mestinya mereka memperhatikan dengan seksama, tugas-tugas pokok pemerintahan yaitu: Pelayanan (service), pemberdayaan (empowerment ) dan pembangunan (development).

Dipandang dari sudut etika, keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan yang diamanahkan, haruslah dapat diukur dari ketiga fungsi utama tersebut. Pelayanan yang baik akan membuahkan keadilan dalam masyarakat, pemberdayaan yang setara akan mendorong kemandirian masyarakat, dan pembangunan yang merata akan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Etika pemerintahan, seyogianya dikembangkan dalam upaya pencapaian  misi tersebut, artinya setiap tindakan yang dinilai tidak sesuai dianggap tidak mendukung apalagi dirasakan dapat menghambat pencapaian misi dimaksud, seyogianya dianggap sebagai satu pelanggaran etik.[2]

Lemahnya control terhadap penyelenggaraan pemerintahan oleh masyarakat dan tidak adanya tindakan tegas terhadap para pelanggar etika pemerintahan tersebut, menjadikan para penyelenggara pemerintahan bertindak semena-mena. Aparatur pemerintahan yang baik dan bermoral tinggi, akan senantiasa menjaga dirinya agar dapat terhindar dari perbuatan tercela, karena ia terpanggil untuk menjaga amanah yang diberikan, melalui pencitraan perilaku hidup sehari-hari, meskipun tanpa control yang ketat dari masyarakat. Sebaliknya, aparatur pemerintah yang bermoral rendah akan tetap melanggar norma dan aturan yang telah ditetapkan, meskipun ada control yang ketat dari masyarakat.

Kehadiran buku tentang etika pemerintahan yang dielaborasi dari kitab suci Al-Qur’an ini, merupakan sesuatu yang sangat positif di tengah buruknya penyelenggaraan pemerintahan Indonesia pada saat ini. Nilai-nilai qur’ani tentang etika penyelenggaraan pemerintah, dipaparkan secara apik dalam buku ini.  Semua itu bagaikan lentera yang terang, yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi para aparatur pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang jauh dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Islam merupakan agama yang rahmatan lil’alamin, karena itu segala aspek kehidupan yang merupakan kebutuhan manusia, senantiasa diperhatikan oleh Islam, melalui petunjuk dan ajarannya yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Termasuk di dalamnya masalah etika pemerintahan dan penyelenggaraannya. Karena itu, eloborasi konsep-konsep Islam tentang etika pemerintahan semacam ini, merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk dilakukan. Apalagi jika dikaitkan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan para pejabat pemerintahannya juga beragama Islam. Banyaknya para aparat pemerintahan yang korup dan semena-mena, bias jadi salah satunya karena tidak memahami nilai-nilai etika pemerintahan menurut Islam.

Temuan dalam tulisan ini, juga dapat menjadi bukti bahwa agama Islam adalah agama yang selalu relevan dengan system pemerintahan modern pada saat ini. Konsep-konsep Islam tentang etika pemerintahan yang diwahyukan oleh Allah sejak 16 abad yang lalu kepada Rasulullah saw., tetap relevan dengan etika pemerintahan modern pada saat ini. Konsep-konsep Islam tentang demokrasi, penyelenggaraan pemerintah yang transparan, perintah menjamin kehidupan rakyat, baik secara ekonomi, social maupun  politik, dan sebagainya, merupakan konsep-konsep sama dan selaras dengan konsep-konsep yang diterapkan pada saat ini dalam penyelenggaraan pemerintah. Akan tetapi, karena sumber yang diambil dalam penyelenggaraan pemerintah itu bukan dari ajaran Al-Qur’an, semuanya bias disiasati untuk dilanggar dan dimanipulasi oleh para pejabatnya. Mereka menjalankan etika pemerintahan bukan dilandasi oleh ajaran moral agama, tetapi karena merasa dikontrol oleh mekanisme yang mereka atur sendiri. Karena itu, ketika mereka merasa mampu mengelabuhi atau mensiasati mekanisme control yang ada, penyelewengan terhadap etika pemerintahan terus terjadi.

Lain hanya jika kontrol itu datang dari diri mereka sendiri, yang didasarkan pada ajaran agama. Meskipun tidak ada kontrol atau audit eksternal, mereka tetap akan menjalankan etika pemerintahan itu dengan baik, karena dalam diri mereka sendiri terdapat kontrol yang berasal dari sesuatu yang lebih agung daripada seperangkat kontrol yang dibuat oleh manusia. Karena itu, tulisan tentang etika pemerintahan yang dielaborasi dari ayat-ayat Al-Qur’an ini, merupakan karya yang sangat bagus dalam rangka memperbaiki etika pemerintahan di Indonesia. Diharapkan nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi para pembaca, utamanya para politikus dan pejabat pemerintah agar mereka dapat menjalankan pemerintahan yang diamanahkan kepada mereka dengan penuh tanggung jawab. Wallahu a’lam.

 

 

 

KESIMPULAN

Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin. Islam tidak saja mengajarkan kepada manusia tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjelaskan tentang segala macam hal yang terkait dengan manusia, baik social, politik, budaya dan sebagainya. Etika pemerintahan juga tidak lepas dari pandangan Islam. Meskipun secara terinci dan spesifik tidak ada bab terseniri dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang etika pemerintahan Islam, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayatnya, yang menjelaskan tentang kehidupan manusia dan bagaimana mereka harus menjalaninya, memberikan gambaran yang jelas tentang nilai-nilai tersebut.

Islam mengajarkan agar pemerintahan dijalankan berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Pemerintahan yang beretika adalah pemerintahan yang dijalankan dengan adil dan tidak diskriminatif.  Tujuan dibentuknya pemerintah adalah dalam rangka menegakkan keadilan dan memberikan peluang yang sama kepada masyarakat untuk dapat menjalani hidup mereka dengan baik sehingga mereka mendapatkan kebahagiaan. Karena itu, pemerintahan yang beretika harus senantiasa mengajak masyarakatnya untuk berbuat baik dan mencegah mereka dari perbuatan mungkar.

Dalam pandangan Islam, pemerintahan yang beretika adalah pemerintahan yang toleran terhadap perbedaan.  Islam sangat menghargai adanya perbedaan bahkan terhadap perbedaan agama sekalipun. Islam mengajarkan agar para pejabat pemerintah bias menghargai perbedaan yang terjadi dalam masyarakatnya. Jika ada masyarakat yang memiliki pandangan yang berbeda dengan masyarakat, asalkan mereka tidak mengganggu stabilitas. Perbedaan faham, warna kulit, golongan, politik dan sebagainya, tidak boleh menghalangi pemerintah untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi mereka, karena perbedaan itu merupakan suatu keniscayaan agar mereka saling mengenal dan saling bekerjasama.

Pemerintahan yang beretika menurut Islam adalah yang dapat menjamin hak hidup bagi setiap warganya. Islam memberikan jaminan dengan perintah-perintah-Nya yang jelas dan universal terhadap jiwa, raga, kehormatan dan harta kekayaan itu dengan suatu gambaran yang tidak ada sedikitpun celah yang terbuka untuk meragukan kebenarannya terhadap jaminan yang diberikannya bagi keamanan, keselamatan, dan kehormatan masyarakat. Islam adalah agama yang menjamin kehidupan yang damai dan tentram, karena itu pemerintah harus menghindarkan segala sesuatu yang dapat meresahkan masyarakat dan menyebabkan adanya ketidaktentraman hidup serta mengancam perdamaian.

Pemerintahan yang beretika menurut Islam adalah yang dapat menyejahterakan kehidupan ekonomi masyarakatnya. Pemerintahan dibangun dalam rangka menjadikan masyarakat hidup sejahtera secara ekonomi. Karena itu, salah satu tugas pemerintah adalah membuka jalan bagi masyarakat agar mereka dapat hidup secara layak, melalui aktivitas-aktivitas ekonomi yang dapat menopang kehidupan masyarakat. Melalui konsep zakat, shadaqah, hibah dan sebagainya diharapkan masyarakat yang kurang beruntung bias terangkat nasibnya, sehingga mereka tidak selalu menderita dalam menjalani hidupnya. Sedangkan melalui mudharabah, hiwalah dan sebagainya, diharapkan masyarakat Islam dapat menjalankan bisnis mereka secara bersih dan jauh dari riba dan kecurangan.

Terakhir, pemerintahan yang beretika dalam pandangan Islam adalah pemerintahan yang mampu menjamin kehidupan yang damai bagi seluruh masyarakatnya. Hidup yang damai merupakan impian bagi setiap orang, karena itu Islam menjamin kehidupan yang damai ini dengan perintah-perintah yang jelas di dalam Al-Qur’an. Peperangan dan permusuhan merupakan tindakan yang sangat dibenci oleh Allah. Meskipun Islam membolehkan adanya peperangan, tetapi peperangan tersebut merupakan pilihan terakhir setelah tidak adanya jalan untuk berdamai. Kisah perjalanan Rasulullah dalam berperang, selalu diawali dengan usaha-usaha untuk berdamai, hingga ketika jalan untuk berdamai tersebut tidak ada, maka Rasulullah memilih jalan peperangan.


Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: