Munirulabidin's Blog

May 19, 2010

Islam Agama yang Disalahfahami

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT,UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 8:52 am

Sekitar tahun 90-an, Dr. Muhammad Quthub merasa prihatin dengan munculnya generasi muslim yang terbaratkan, yang mengecam agama mereka sendiri dengan kecaman-kecaman yang tidak sepantasnya disampaikan. Demikian itu terjadi karena mereka dididik di negeri barat yang memiliki pandangan negatif terhadap Islam, sehingga ketika mereka mempelajari Islam, mereka tidak menggunakan kacamata Islam sendiri melainkan menggunakan kacamata orientalis yang melihat Islam dari sudut pandang yang “negatif”.
Di antara tudingan mereka yang salah terhadap Islam tersebut adalah pandangan mereka yang mengatakan bahwa Islam adalah agama kuno dan kolot yang tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, Islam agama yang melegalkan perbudakan, Islam agama yang mendukung kapitalisme, Islam menindas wanita dan sebagainya.
Melihat tudingan-tudingan tersebut, Muhammad Quthub merasa gerah sehingga membuat sanggahan-sanggahan yang menjelaskan tentang kesalahfahaman mereka dalam masalah-masalah di atas.
Mereka mengatakan bahwa Islam adalah agama yang kuno dan kolot dengan alasan tradisi-tradisi yang diajarkan Islam sulit beradaptasi dengan perkembangan zaman. Misalnya tradisi berpakaian, tradisi ibadah dan tradisi-tradisi lain yang dimunculkan Islam, menurut mereka sulit untuk dikembangkan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Menjawab permasalahan ini Muhammad Quthub mengatakan bahwa Islam adalah agama yang cocok untuk segala tempat dan zaman. Sejak kedatangannya, Islam telah melakukan banyak perubahan dari tradisi-tradisi jahiliyah kepada tradisi-tradisi Islam yang modern, terbuka dan dinamis. Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab menganut faham politeis yang menyembah berhala dan banyak tuhan, ketika Islam datang, Rasulullah merubah tradisi itu hingga mereka menyembah satu Tuhan yaitu Allah swt. Pada saat itu masyarakat Arab juga saling bermusuhan antara satu dengan yang lain. Mereka menganut hukum rimba, siapa yang kuat, mereka yang menang. Antara suku satu dengan suku yang lain saling bermusuhan dan saling merampas kekayaan mereka, sehingga kehidupan mereka selalu terancam. Setelah Islam datang, suku-suku Arab yang tadinya bermusuhan menjadi bersatu, mereka dilarang untuk saling membunuh jika mereka telah memeluk Islam dan mereka menegakkan hukum secara adil dan bijaksana. Dari sini menurut Muhammad Quthub, tidak benar jika mereka mengatakan bahwa Islam adalah agama yang kuno dan kolot. Hingga sekarang, semangat Islam untuk melakukan perubahan dan perbaikan itu tidak pernah mati dan ajaran Islam sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip modern dan bahkan sangat mendukung adanya perubahan dan perbaikan setiap saat. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka merubah diri mereka sendiri.”
Ayat di atas membuktikan bahwa Islam bukan agama kuno, melainkan agama yang mendukung adanya perubahan-perubahan, yaitu perubahan dari sesuatu yang buruk kepada yang baik, dari kebodohan kepada kepandaian, dari keterbelakangan kepada kemajuan, dari kegelapan menuju terang benderang.
Mereka juga beranggapan bahwa Islam melegalkan perbudakan, dengan alasan bahwa Islam tidak dengan tegas melarang perbudakan dan para sahabat Nabi saw. Banyak yang memelihara budak. Bahkan pada masa kekhalifahan Bani Umayyah dan Abbasiyah, perbudakan justru merajalela. Ini semua menandakan bahwa Islam melegalkan perbudakan.
Menjawab tudingan di atas, Muhammad Quthub mengatakan bahwa Islam tidak melegalkan perbudakan dan bahkan Islam adalah agama yang pertama kali menyuruh untuk menghapus perbudakan. Memang tidak ada di dalam Islam ayat atau hadits yang secara tegas melarang perbudakan, tetapi jika dilihat dari hadits-hadits Rasulullah saw. Tentang anjuran untuk memerdekakan budak, maka akan terlihat jelas bahwa Islam adalah agama yang melarang perbudakan. Banyak sekali anjuran-anjuran Rasulullah untuk memerdekakan budak. Misalnya, ketika seseorang melakukan pelanggaran hukum Islam, maka hukuman yang paling pertama dianjurkan Rasulullah adalah memerdekakan budak. Seseorang yang melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Ramadan misalnya, hukumannya adalah memerdekakan budak, atau puasa dua bulan berturut-turut atau memberikan sedekah kepada fakir miskin sebanyak 60 orang. Hal ini menandakan bahwa memerdekakan budak sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw.?
Para orientalis bertanya; mengapa Rasulullah saw. Tidak dengan tegas melarang perbudakan?
Menjawab pertanyaan ini, M. Quthub mengatakan bahwa memang Rasulullah tidak melarang perbudakan secara tegas karena tradisi perbudakan merupakan tradisi yang telah ada ribuan tahun sebelum Islam, sehingga tidak mungkin Rasulullah melarang tradisi tersebut secara langsung seperti membalikkan telapak tangan. Para sahabat sendiri, terutama para sahabat yang kaya dan memiliki kedudukan tinggi di dalam masyarakat. Rasulullah sangat membutuhkan dukungan mereka untuk menyebarkan Islam dan memperkuat Islam melawan orang-orang kafir. Karena itu, penghapusan perbudakan yang dilakukan oleh Rasulullah hanya melalui anjuran-anjuran bahwa orang yang mau memerdekakan budak akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah atau melalui hukuman bagi orang-orang Islam yang melanggar syariat. Tetapi pada intinya bahwa ada semangat yang besar dalam Islam untuk menghapus perbudakan, sehingga tidak benar jika dikatakan bahwa Islam melegalkan perbudakan dan sebaliknya islam sangat menentang perbudakan. To be continued….wallahu a’lam

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: