Munirulabidin's Blog

May 18, 2010

Introspeksi diri

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 5:23 am

Manusia harus mengenal dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya, jika tidak maka dia akan menjadi jauh dari dirinya sendiri. Seseorang akan mampu mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar, jika dia mengenali dirinya sendiri dengan senantiasa melihat ke dalam dirinya.Cara terbaik yang harus dilakukan manusia untuk mengenal dirinya sendiri adalah dengan cara melakukan introspeksi diri atau muhasabah.

Menurut Islam, jiwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu. Diantara sifat-sifat jiwa yang umum adalah bahwa ketika jiwa kita merasa ridha, maka dia akan menjadi tenang, lapang dada, berupaya meredam rasa amarah dan menjauhi kebodohan. Sebaliknya, ketika jiwa kita sedang marah, ia akan lupa kepada kelembutannya, mengingkari ucapannya, tampak kebodohan, ketololan, kedengkian dan perilaku jeleknya.  Allah berfirman,

“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” (Ad-Dhuha: 5).

“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya.” (Al-Ghasyiah: 8-9).

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (Al-Fajr: 27-28).

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.” (Al-Qariah: 6-7).

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema‘afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran: 134).

“Dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 15).

Jika manusia mau mengoreksi diri atas segala perbuatan jeleknya, mengetahui riya’nya dengan benar, memberikan petuah kepada dirinya sendiri untuk berbuat sesuatu atas kelalainnya, selalu bertaubat untuk mengakui segala kekhilafan yang membawanya ke dalam kerusakan, selalu ingat dengan janji dan ancaman Allah, menjadikan akal sebagai penolongnya, senantiasa mengingat kesalahan dan tetap sadar atas kelalaiannya,  menerangkan baginya jalan kebaikan dan keyakinan yang tidak ada tandingannya, dan menjadikan hati sebagai mata dan jendela untuk melihat segala sesuatu, lalu memperkuatnya dengan alasan-alasan yang kuat, setelah mengalami gemblengan yang sedemikian berat dan capek itu, dia akan kembali dari syahwat dan keinginan-keinginannya yang tidak pernah terpuaskan itu.

Namun demikian, jiwa tetap tidak mau kalah dengan organ-organ lainnya. Dia selalu ingin melonjak dan  ingin menjadi lebih tinggi dari akal hingga menguasainya dengan berbagai macam cara tanpa perasaan seperti menjatuhkan harga diri, berpura-pura baik dan sebagainya. Dia akan memakai pakaian takwa dan berhias dengannya karena takut kebusukannya terbongkar. Jika dia takut keburukannya tersingkap, maka dia akan menampakkan diri dengan berbuat baik walaupun sebenarnya dia condong kepada keburukan secara sembunyi-sembunyi. Itulah jiwa yang condong kepada keburukan, yang melakukan sesuatu karena riya’ dan tidak menepati janjinya. Sebenarnya dia menginginkan harta dunia  walaupun kelihatannya mencintai akhirat:

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (Al-Munafiqun: 4).

“Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” , Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Al-Baqarah: 11-13)

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (Al-Baqarah: 204-205).

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (Yusuf: 53).

Sebaik-sebaik perbuatan yang dilakukan manusia adalah mengoreksi dirinya sendiri, mencoba mencari kebodohan yang telah dilakukan terhadap dirinya, menyingkap semua kekurangannya, membuka tipuan jiwanya yang terselubung, menyingkap kepura-puraan takwanya, meluruskan penyelewangan perbuatannya, tidak berputus asa dari rahmat Allah, tidak menyerah dan tidak berputus harapan.

Metode yang benar untuk mengoreksi diri adalah dengan cara melakukan muhasabah atau introspeksi kepada diri sendiri, kemudian berupaya untuk memusuhi segala sifat jelek yang ada di dalam diri kita,  sebagaimana kita memusuhi musuh-musuh kita yang benar-benar zalim, terlaknat, dan melampui batas dalam memusuhi kita. Janganlah sekali-kali kita mengajak untuk berdamai dengan akhlak tercela kita, sampai ia kembali dari penyimpangan yang telah ia lakukan dan setelah kamu mengetahui urusannya. Oleh karena itu apabila kita dapat mengungkap sendiri akhlak tercela yang ada dalam diri kita, berarti kita telah mengetahuinya, dan jika kita telah mengetahuinya berarti mudahlah kita untuk menundukkannya, untuk kita perbaiki menuju jiwa yang baik dan terpuji. Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: