Munirulabidin's Blog

May 8, 2010

Mengambil Pelajaran dari Permainan Catur

Filed under: UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 3:56 am

Hari Senin tanggal 28 Desember 2009 kemarin, saya mendengarkan ceramah Dzuhur di Masjid At-Tarbiyah UIN Maliki Malang, yang disampaikan oleh kawan saya bernama Ahmad Syakir, M.Pd,  dia sering dijuluki dengan Kyai Matematika karena pernah menulis buku tentang “Bilai Kyai Mengajar Matematika”. Ada satu hal menarik dari ceramahnya tersebut, menurut saya sebagai orang yang awam tentang matematika, ketika dia berbicara tentang catur.

Dalam permainan catur, setiap bidak memiliki cara melangkah yang berbeda-beda, sesuai dengan peran dan karakteristiknya masing-masing. Semakin besar perannya, semakin bebass langkah-langkahnya dan semakin kecil perannya, maka semakin sempit pula langkah-langkahnya. Misalnya, ada pion yang langkahnya Cuma bisa maju satu langkah ke depan, ada kuda yang langkahnya berbentuk L, ada patih yang langkahnya bebas kesana kemari.

Yang menarik, menurut Syakir bahwa dalam ilmu matematika, setiap langkah bidak catur itu, dapat dihitung rumus-rumusnya, sehingga diketahui kemungkinan akhirnya. Setiap langkah yang berbeda, akan memunculkan rumus-rumus yang berbeda pula, yang dapat diperhitungkan secara matematis, sehingga hampir tidak ada langkah dalam permainan catur yang tidak dapat dihitung rumusnya secara matematis.  Hal ini, sesuai dengan firman Allah yang mengatakan, “Segala sesuatu Kami ciptakan berdasarkan ukuran” .

Catur merupakan gambaran miniatur dari kehidupan manusia di dunia yang kompleks. Segala sesuatunya telah ditetapkan oleh Allah berdasarkan perhitungan yang matang. Tidak ada sesuatu yang tercipta tanpa perhitungan-Nya. Segala sesuatu yang baik maupun buruk, yang terjadi di muka bumi ini, semuanya terjadi melalui rumus-rumus dan hukum-hukum Allah yang tergambar dalam sunnatullah. Rumus-rumus yang dapat digambarkan dalam ilmu matematika itu, merupakan sebagian kecil dari sunnatullah yang dapat ditelaah oleh manusia, karena Allah memiliki milyaran rumus yang terus berkembang melalui sunnah-Nya, yang sebagian besar belum diketahui oleh manusia.

Mungkin lewat rumus-rumus itulah Allah menetapkan nasib manusia. Ketika Allah menetapkan nasib seseorang untuk menjadi  baik, maka orang tersebut akan menempuh rumus-rumus yang baik pula, sehingga Allah berfirman, “Barangsiapa yang memberi dan bertakwa, serta membenarkan kebaikan, maka saya akan memudahkan baginya jalan kemudahan” (Al-Lail) Sebaliknya, orang yang ditetapkan nasibnya menjadi jelek, maka dia akan dimudahkan jalan baginya untuk  menuju keburukan melalui rumus-rumus-Nya. Allah berfirman, “Sedangkan orang yang bakhil dan tidak mendustakan kebaikan, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesusahan” (Al-Lail)

Pelajaran lain yang dapat diambil dari permainan catur adalah tentang gaya memainkan catur. Ada perbedaan yang signifikan dalam memainkan catur antara orang yang profesional dengan orang yang tidak profesional atau ala kampungan. Pemain kampungan biasanya lebih senang mengorbankan pion-pion kecil terlebih dahulu untuk menghadapi lawan tanpa perlindungan. Baru setelah pion-pion itu habis, para pejabat keluar untuk melindungi raja. Sedangkan pemain profesional justru sebaliknya. Dia lebih senang memainkan para pejabat untuk menghadapi musuh, sedangkan pion-pion digunakan untuk melindungi  area sekitar raja. Bila ada pion prajurit yang melangkah,  maka dia akan dilindungi oleh sesama pion atau pejabat di belakangnya.

Pelajaran yang dapat diambil dari sini adalah terkait dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin kelas teri atau kampungan, biasanya lebih senang mengorbankan anak buahnya ketika menghadapi suatu masalah. Jika ada suatu masalah terjadi, maka yang disuruh untuk menghadapi duluan adalah anak buah yang tidak tahu apa-apa, sedangkan para pejabatnya ongkang-ongkang atau bersantai ria di belakang, hingga ketika anak buah sudah tidak berdaya dan tewas semua, baru para pejabatnya keluar untuk menghadapi.

Lain halnya dengan gaya pemimpin profesional, dia tidak mengorbankan anak buahnya, tetapi justru melindungi mereka. Jika terpaksa anak buahnya disuruh maju, maka pemimpin tersebut akan melindunginya dari belakang. Tidak ada anak buah yang dibiarkan maju menghadapi masalah tanpa perlindungan. Pemimpin profesional lebih senang berkelana mencari terobosan-terobosan baru untuk memajukan organisasi dengan cara berekspansi ke daerah lawan, daripada hanya duduk manis di dalam istana,  sedangkan anak buahnya disuruh untuk menjaga stabilitas organisasi setelah sistem organisasi terbangun secara matang dan tertib, sehingga terbangun dua hal secara seimbang, yaitu adanya sistem yang mantap dan sekaligus adanya inovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh pemimpin.

Satu hal lagi yang dapat diambil pelajaran dari permainan catur, bahwa hampir tidak ada kemenangan yang dapat diperoleh oleh pemain catur, tanpa memakan bidak lawan. Mungkin pelajaran yang dapat diambil dari sini adalah bahwa setiap kemenangan atau kesuksesan butuh pengorbanan, baik  moril maupun materiil. Seseorang yang ingin sukses dalam hidupnya, harus berani menghadapi tantangan-tantangan hidup yang ada di depannya, bahkan berani mengorbankan jiwa, harta dan raganya, asalkan tujuan yang hendak dicapainya itu untuk sesuatu yang mulia.

Semoga apa yang saya paparkan di atas, dapat diambil pelajaran bagi kita semua, sehingga membawa manfaat bagi kita dalam menjalani hidup yang lebih baik di masa yang akan datang. Amin ya rabbal alamin.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: