Munirulabidin's Blog

May 8, 2010

ISLAM TRANSFORMATIF

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 3:05 am

Munculnya beberapa kelompok muslim yang menampilkan gaya kehidupan yang konservatif, eksklusif dan kolot, menjadikan adanya anggapan oleh sebagian orang, terutama non muslim,  bahwa Islam adalah agama yang kolot, konservatif dan eksklusif seperti yang ditampilkan oleh sebagian para penganutnya yang seperti itu. Apalagi jika dilihat lebih jauh, kebanyakan masyarakat Islam, menampilkan wajah-wajah yang kurang menggembirakan. Kebanyakan mereka hidup dalam lingkungan yang kumuh, tertinggal, kotor dan tidak maju.  Yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah bahwa Islam adalah agama yang konservatif, kolot dan eksklusif, sehingga setiap orang yang memeluknya akan menjadi orang yang kolot, konservatif dan eksklusif?

Bila kita melihat pada sejarah Islam pada masa-masa awal Islam di Madinah, kedatangan Islam mampu merubah tatanan masyarakat Madinah pada saat itu, dari tatanan masyarakat Jahiliyah yang berbudaya rendah, menjadi masyarakat yang sangat maju dibandingkan dengan masyarakat lain non Muslim. Nabi Muhammad saw., sebagai utusan Allah, tidak saja berperan sebagai seorang dai yang menyebarkan ajaran agama, tetapi juga berperan sebagai seorang pembaharu dalam segala bidang.

Dalam bidang politik misalnya, Nabi Muhammad saw. merubah dari sistem pemerintahan kesukuan menjadi sistem kekhalifahan, yang menyatukan seluruh suku dan bangsa Arab yang tadinya saling bermusuhan dan saling menguasai, menjadi satu di bawah kekhalifahan. Dalam bidang ekonomi, beliau merubah sistem jual beli yang konvensional menjadi sistem jual beli yang diatur dengan sistem syariah, dengan mengharamkan riba dan segala bentuk jual beli yang merugikan orang lain.

Dalam bidang pendidikan,  yang tadinya masyarakat Arab kurang tertantang untuk mencari ilmu pengetahuan, setelah Islam datang Rasulullah menganjurkan dalam berbagai macam sunnahnya agar menuntut ilmu dan bahkan Rasulullah menyamakan derajat orang yang menuntut ilmu dengan orang yang berjihad di jalan Allah. Misalnya Rasulullah saw. Bersabda, “Carilah ilmu walaupun sampai ke negeri China”, “Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi orang mukmin laki-laki dan perempuan” dan sebagainya. Karena itu, dalam waktu singkat, ilmu pengetahuan pada masa Islam klasik, berkembang dengan cepat melampaui bangsa-bangsa lain, hingga Islam menemui masa keemasannya.

Intinya, bahwa kedatangan Islam di jazirah Arab telah mampu merubah segala sesuatu yang bersifat buruk, kolot, tertinggal dan konservatif, menjadi sebuah komunitas yang maju, inovatif, pandai, terpelajar dan modern, hingga kota Yatsrib yang tadinya adalah kota mati, kumuh dan tertinggal, dirubah namanya menjadi Madinah, yang berarti “kota” yang maju, besar dan indah.

Dengan demikian sebenarnya Islam adalah agama transformatif, yiatu agama yang memiliki semangat untuk mentransformasikan masyarakat dari kegelapan menuju cahaya, dari kemiskinan menjadi kaya, dari terbelakang menjadi maju, dari masyarakat yang tidak beradab menjadi masyarakat yang beradab, dari masyarakat yang bodoh menjadi pandai, dari masyarakat yang kacau menjadi tertib dan sebagainya. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk bersifat statis, kumuh, kolot, eksklusif dan sebagainya, terutama dalam masalah urusan dunia. Sedangkan dalam masalah akidah, ada hal-hal tertentu yang memang harus bersifat eksklusif. Tetapi untuk masalah yang berkaitan dengan urusan dunia, asalkan tidak bertentangan dengan syariat, maka Islam tidak pernah melarang untuk mengembangkannya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa kemudian masih muncul kelompok muslim yang konservatif, kolot dan eksklusif? Siapa yang salah, agama Islamnya ataukah orang islamnya yang salah dalam memahami Islam?

Sejak kedatangannya, Islam telah melakukan transformasi besar-besaran terhadap masyarakat Islam, dalam berbagai bidang seperti yang telah dipaparkan di atas, mulai dari dalam bidang moralitas hingga peradaban. Jika semangat transformasi Islam ini terus dikibarkan dalam dunia Islam, seharusnya tidak ada lagi kebodohan dalam dunia Islam, tidak ada lagi kemiskinan, tidak ada lagi kekumuhan, tidak ada lagi sifat-sifat kegelapan lainnya yang pada saat ini melanda dan menggelayuti umat Islam, karena dengan berislam mestinya mereka telah melakukan transformasi, baik secara individu maupun kelompok, kepada sesuatu yang lebih baik. Akan tetapi, jika kenyataannya umat Islam sekarang berada pada kondisi sebaliknya, dalam keterpurukan, tertinggal, bodoh, kolot dan sebagainya, berarti semangat transformasi Islam yang telah dihembuskan sejak pertama kali diperkenalkan kepada umat manusia itu, telah ditinggalkan oleh umat Islam sendiri. Karena itu, bila umat Islam ingin mengambil kembali masa kejayaannya, mereka harus memanggil kembali semangat transformasi Islam itu ke dalam dunia mereka dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka terbebas dari sifat-sifat kegelapan itu. Karena pada dasarnya, dengan transformasi itu, umat Islam tidak akan terjebak lagi dalam kegelapan dan keterpurukan, seperti yang kita alami bersama dewasa ini. Wallahu a’lam bishawab.

Sejak Pertama kali Islam datang

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: