Munirulabidin's Blog

May 8, 2010

Iklim Kerja Yang Kondusif dan Kompetitif di UIN Malang

Filed under: MANAJEMEN PENDIDIKAN — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 3:55 am

IKLIM KERJA YANG KONDUSIF DAN KOMPETITIF DI UIN MALIKI MALANG

Banyak hal yang mendorong seseorang giat dan bersemangat dalam bekerja, baik dorongan yang berasal dari internal dirinya sendiri maupun dorongan yang bersifat eksternal. Dorongan dari internal diri biasanya lebih bersifat spiritual karena pengaruh keyakinan atupun karena seseorang merasa senang kepada pekerjaan tersebut, sehingga dia melakukannya dengan senang hati dan semangat tinggi. Adapun faktor pendorong motivasi kerja yang berasal dari eksternal diri seseorang, salah satunya adalah karena adanya persaingan. Seseorang yang melakukan sesuatu karena ada kompetitor, tentu akan lebih bersemangat daripada mereka yang tidak memiliki kompetitor. Karena itu, untuk meningkatkan kinerja para pegawai ataupun karyawan diperlukan adanya sebuah iklim kerja yang kompetitif.

Dalam Islam sendiri, berlomba-lomba dalam melakukan suatu kebaikan sangat dianjurkan. Allah swt. berfirman: “Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan…” Firman Allah ini menggambarkan bahwa kita dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam menjalankan aktivitas kita, baik dalam urusan yang berkaitan dengan masalah dunia maupun akhirat. Jika perlombaan itu dianjurkan, berarti di dalam perlombaan dan kompetisi itu terdapat kebaikan yang bisa diambil manfaatnya, asalkan perlombaan atau kompetisi tidak dijadikan suatu ajang yang dapat menimbulkan sesuatu yang dilarang, seperti perjudian dan permusuhan.

Dalam teori organisasi modern, kompetisi dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kinerja para pegawainya, dengan diberi imbalan insentif tambahan atau dinaikkan karir dan jabatannya. Karena itu ada istilah reward and punishment, yang mana reward diberikan kepada pegawai yang rajin dan berprestasi, sedangkan punishment diberikan kepada pegawai yang indisipliner dan kurang berprestasi.

Upaya peningkatan kinerja pegawai dan dosen ini juga telah diterapkan dengan baik di UIN Maliki Malang. Rektor telah membuat beberapa program yang dapat memberikan semangat kepada para dosen dan karyawan untuk lebih giat berprestasi. Di antaranya adalah (1) memberikan (meminjamkan) laptop kepada seluruh dosen UIN Maliki, sekitar 200 dosen lebih,  yang diberikan secara bertahap; tahap pertama tahun 2007 sebanyak 100 dosen dan tahap kedua tahun 2008 sebanyak 100 dosen. Dengan laptop tersebut diharapkan para dosen UIN Maliki Malang memiliki kinerja yang lebih baik, baik dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan administrasi maupun tugas-tugas perkuliahan. Yang lebih penting lagi dalam masalah ini adalah supaya dosen bisa berkarya lebih banyak dalam bidang keilmuan yang digelutinya dan dapat menyelesaikan studi S-2 dan S-3 mereka dengan cepat.  (2) Memberikan reward kepada para dosen yang dapat menyelesaikan S-3 tepat waktu, berupa uang tunai dan haji “mbok menowo”.  Pada tahun ini, UIN Maliki memberikan hadiah haji kepada 10 orang yang telah menyelesaikan studi mereka tepat waktu. (3) UIN Maliki berjanji akan memberikan hadiah berupa mobil, sepeda motor dan sepeda pancal bagi dosen atau karyawan yang memiliki tulisan terbanyak, (4) memberikan beasiswa kepada para dosen yang melanjutkan studi S-3, baik SPP maupun uang oprasional. Lewat program ini, UIN Maliki Malang pada saat ini, sedang menyekolahkan S-3 dosen-dosennya kurang lebih 130 dosen.

Di samping pemberian reward bagi para dosen dan pegawai yang memiliki prestasi bagus dalam kinerja mereka, UIN Maliki juga menghukum beberapa dosen dan pegawai yang indisipliner dengan berbagai hukuman yang berbeda. Ada beberapa dosen yang indisipliner dijadikan sebagai staf administrasi selama satu atau dua tahun, setelah bertobat, dia diaktifkan lagi perannya sebagai dosen. Bagi pegawai yang indisipliner, ada beberapa di antara mereka yang diskors selama setahun dan ada pula yang langsung dikeluarkan jika pelanggarannya termasuk pelanggaran berat, seperti perbuatan asusila, pencurian dan sebagainya.

Iklim kerja yang kondusif tidak saja diciptakan melalui penciptaan kompetisi antar pegawai dan dosen, tetapi juga diciptakan lingkungan kerja yang aman, ramah dan kompak. Untuk itu, UIN Maliki senantiasa mengadakan rapat-rapat koordinatif antar pimpinan, baik pada tingkat universitas, fakultas, jurusan maupun unit, dalam rangka untuk membicarakan masalah-masalah yang terkait dengan UIN Maliki Malang, mulai dari masalah akademik, administratif, hingga masalah kemahasiswaan. Karena itu muncul forum-forum rapat seperti “Selasan” dimana setiap hari Selasa, mereka berkumpul untuk mempresentasikan program maupun problem yang mereka hadapi secara bergantian antara fakultas dan universitas.

Menurut Rektor UIN Maliki, untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif adalah dengan menjauhkan kampus dari friksi-friksi politik. Kampus adalah lembaga akademik yang tidak semestinya masalah politik dibawa masuk di dalamnya. Beberapa Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)  yang selalu kisruh setiap tahun karena masalah-masalah kecil seperti OSPEK, pemilihan Rektor, pemilihan Dekan dan sebagainya terjadi karena masuknya masalah politik ke dalam dunia kampus. Beberapa kelompok yang kecewa dengan pemilihan Rektor karena calon mereka tidak terpilih, akhirnya membuat kericuhan dan bahkan anarkhis dengan membakar ban, menyegel kelas perkuliahan dan sebagainya. semua itu, menurut rektor UIN Maliki, merupakan sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh para akademisi. Karena itu, salah satu upaya UIN Maliki dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif dan kompetitif itu adalah dengan meminimalisasi adanya friksi-friksi politik di dalam kampus. Hal itu terbukti dalam pemilihan rektor, pembantu rektor hingga pemilihan dekan yang berjalan dengan aman, tertib dan damai tanpa gejolak sama sekali. Bahkan friksi-friksi kelompok politik yang biasanya muncul antara partai “hijau” dan partai “biru” di setiap pemilihan Rektor, Pembantu Rektor dan Dekan, tidak muncul sama sekali pada tahun ini. Sebaliknya, semua anggota dari kelompok-kelompok yang dulunya selalu berebut kepentingan, terlihat saling menyerahkan kepada yang lebih berhak kepada lawannya, karena masing-masing melihat bahwa lawannya lebih baik daripada dirinya.

Bila suasana kondusif dan kompetitif seperti ini bisa dipertahankan di lingkungan UIN Maliki Malang, saya yakin UIN Maliki Malang akan lebih cepat lagi berkembang dan menjadi perguruan tinggi yang lebih besar dan lebih hebat dari sekarang. Lingkungan kerja yang kondisif dan kompetitif sangat diperlukan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja para dosen dan pegawai, sehingga mereka bisa melaksanakan tugas-tugas mereka menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: