Munirulabidin's Blog

May 8, 2010

Aktualisasi Ajaran Islam

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 3:44 am

Aktualisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, memang menunjukkan wajah yang beragam antara satu muslim dengan muslim yang lain. Sebagian muslim ada yang menampilkan Islam dalam bentuknya yang klasik, tradisional dan kumuh, tetapi di sisi lain ada pula sebagian muslim yang menampilkan ajaran Islam dengan wajah yang modern dan dinamis. Wajah Islam yang beragam tersebut tidak lepas dari ajaran Islam sendiri yang bersifat universal sehingga memungkinkan setiap orang untuk memahaminya, sesuai dengan konteks mereka masing-masing.

Salah satu penyebab terjadinya perbedaan muslim dalam mengaktualisasikan ajaran Islam tersebut adalah karena adanya perbedaan sudut pandang dalam memahami sumber-sumber Islam itu sendiri. Memang tidak ada yang salah dengan apa yang diaktualisasikan oleh mereka, karena masing-masing mencoba untuk menjalankan ajaran Islam sesuai dengan situasi dan kondisi mereka.

Corak keberagamaan di pedesaan tentu berbeda dengan corak keberagamaan di perkotaan. Tradisi-tradisi Islam klasik, seperti tahlilan, diba’an, yasinan dan sebagainya lebih banyak mewarnai wajah keberagamaan Islam di pedesaan. Sementara di perkotaan, aktualisasi Islam lebih bersifat formalitas, hanya sebatas shalat lima waktu dan mungkin sedikit pengajian rutin di masjid-masjid. Meskipun tradisi tahlil dan diba’an tetap ada di perkotaan, tetapi bentuk dan muatannya bisa berbeda dengan tradisi tahlil dan diba’an di desa.

Tetapi sebenarnya ajaran Islam tidak hanya sebatas pada masalah-masalah yang terkait dengan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah lainnya. Islam merupakan sistem kehidupan yang sangat kompleks dan menyeluruh. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam urusan agama maupun dunia. Ketika Islam hanya difahami sebagai ajaran ibadah semata, maka pada gilirannya akan melahirkan suatu pemikiran yang dikhotomik dalam kehidupan umat Islam dan aktualisasi ajaran Islam dalam kehidupan umat Islam menjadi sangat sempit, karena masalah-masalah lain yang berada di luar ibadah dianggap bukan urusan agama.

Faham yang membedakan antara urusan agama dan dunia ini, kemudian disebut dengan faham sekular yang datang dari dunia Barat. Islam tidak mengenal sekularisasi apalagi sekularisme. Dalam Islam segala urusan, baik yang berkaitan dengan agama maupun dunia, sama-sama diatur oleh agama. Ketika seseorang menjadi politikus, bukan berarti dia bisa melakukan segala sesuatu yang lepas dari nilai-nilai Islam. Karena segala pikiran, prilaku dan gerak-geriknya harus diwarnai oleh ajaran Islam. Jika seorang muslim berpolitik, kemudian menganggap bahwa dunia politik tidak ada hubungannya dengan Islam, berarti dia telah memiliki faham sekular dan jumlah orang-orang yang berfaham seperti ini mungkin cukup banyak di negeri kita, sehingga sepak terjang para politikus kita, banyak yang jauh dari nilai-nilai ajaran Islam.

Mengaktualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan Islam secara kaafah, memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi diperlukan sebuah gerakan yang tidak setengah-setengah. Jika gerakan itu hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja, tentu sangat berat untuk dilakukan, karena kekuatan kita sangat terbatas. Mungkin kita bisa memulainya dari diri kita sendiri, keluarga kita, komunitas kita, kemudian merambah pada tatanan yang lebih luas di dalam masyarakat. Wallahu a’lam.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: