Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Konsep Islam Mengenai Ketenangan

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 12:19 pm

Di antara karakteristik ketenangan menurut Islam yang paling umum dan paling utama adalah “berketuhanan” (rabbaniyah). Manusia bias disebut “rabbani” jika dia mempunyai hubungan yang dekat dengan Allah, mengetahui agama dan kitab-Nya serta mengajarkannya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan,

“Akan tetapi hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Ali Imran: 79)

Di sini yang dimaksudkan dengan “rabbani” (berketuhanan) mencakup dua hal yaitu:3

1. Rabbani dalam tujuan dan arah

2. Rabbani dalam sumber dan jalan

Yang dimaksud dengan rabbani dalam maksud dan tujuan adalah bahwa Islam menjadikan tujuan akhir dan sasaran utamanya adalah hubungan yang baik dengan Allah dan mendapatkan ridha-Nya. Inilah tujuan Islam, yang kemudian menjadi tujuan, arah, dan cita-cita akhir manusia dalam kehidupan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya” (Al-Insyiqaq: 6).

“Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),” (An-Najm: 42).

Memang bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi bahwa Islam juga mempunyai tujuan dan sasaran lain yang bersifat kemanusiaan dan sosial. Sekalipun demikian ketika kita renungkan lebih jauh, kita akan menemukan bahwa pada dasarnya tujuan-tujuan ini adalah penunjang bagi tujuan pokok yaitu untuk mencapai keridhaan Allah dan mendapat balasan yang baik dari-Nya. Ini adalah tujuan utama atau sasaran pokok Islam. Dalam Islam ada sekian banyak mu’amalah, akan tetapi yang dimaksud dengan mu‘amlah tersebut adalah untuk mengatur kehidupan manusia sampai mereka bisa terlepas dari beban dan terbebas dari konflik yang diakibatkan oleh kesenangan yang hina, dan dengan itu mereka bisa beribadah kepada Allah secara murni dan berupaya untuk mendapatkan keridhaannya.

Dalam Islam terdapat doktrin jihad dan memerangi musuh, akan tetapi tujuannya adalah “agar tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya hanya kepada Allah” (Al-Anfal: 39).

Dalam Islam ada anjuran untuk berkelana dan mengembara di muka bumi dan memakan makanan yang baik, akan tetapi tujuannya adalah untuk agar manusia bisa bersyukur kepada Allah dan menunaikan hak-Nya. Allah berfirman:

“Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba’: 15)

Jadi, segala sesuatu yang ada di dalam Islam baik yang berupa tasyri’, pengarahan, maupun petunjuk dimaksudkan untuk mempersiapkan manusia agar menjadi hamba yang tulus kepada Allah tanpa ada sesuatu apapun selain-Nya yang menjadi tempat menghamba. Oleh sebab itulah inti dan substansi Islam adalah “tauhid”, yaitu mengajarkan manusia bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hanya kepada-Nyalah dilakukan penghambaan dan permohonan bantuan serta tidak boleh menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

Jadi manusia diciptakan bukan untuk dirinya, sedangkan segala sesuatu yang ada di dalam kosmos ini diciptakan sebagai layanan bagi yang lain. Segala sesuatu yang ada di dalam kosmos ini diciptakan untuk manusia. Sedangkan manusia itu sendiri diciptakan oleh Allah untuk mengetahui dan beribadah kepada-Nya, serta menunaikan amanah di muka bumi. Ini cukup untuk menunjukkkan kemuliaan dan kebanggaan manusia. Manusia adalah penguasa di dalam kosmos ini dan sebagai hamba bagi Penciptanya semata.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: