Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN BIROKRASI PERGURUAN TINGGI

Filed under: MANAJEMEN PENDIDIKAN — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 12:44 pm

Perguruan tinggi merupakan lembaga yang memiliki posisi yang sangat penting dalam rangka memajukan masyarakat. Sebagai agent of change, perguruan tinggi selalu menjadi sorotan sekaligus panutan masyarakat dalam melakukan perubahan-perubahan. Akan tetapi pada kenyataannya, kadang-kadang perguruan tinggi justru ketinggalan dibandingkan dengan dunia luar dalam aspek-aspek tertentu, misalnya dalam aspek manajemen.

Secara teoritis, perguruan tinggi, terutama para akademisi di bidang manajemen,  memang jagonya. Para akademisi di bidang ini mampu mengembangkan berbagai macam teori tentang manajemen modern, yang kemudian diterapkan di berbagai macam organisasi besar seperti perusahaan dan organisasi sosial lainnya. Akan tetapi organisasi perguruan tinggi sendiri, yang di dalamnya terdapat para ahli dalam bidang manajemen, tidak pernah mengalami perubahan secara signifikan. Birokrasi yang ketat, pelayanan yang lambat, manajemen yang mempersulit dan sebagainya masih menjadi momok yang menggelayuti birokrasi perguruan tinggi.

Saya ingat dulu ketika akan melakukan heregistrasi dan pemrograman. Diperlukan waktu berhari-hari untuk melakukan registrasi.  Saya harus rela berjubel-jubel dalam antrian dengan teman-teman. Jika ingin mendapatkan giliran paling depan, saya harus sudah antri sejak pukul 6 sore dan bermalam di kampus sambil main remi, sekak atau yang lain. Karena jika tidak, besoknya harus antri di panasan hingga siang hari.

Secara manajemen perguruan tinggi mestinya juga harus bisa menjadi pelopor, tidak saja dari sisi teori, tetapi juga pada taraf implementasinya.  Tetapi kenyataannya, hingga sekarang implementasi manajemen birokrasi di beberapa perguruan tinggi,  masih ketinggalan dibandingkan dengan manajemen birokrasi perusahaan yang rapi dan akuntabel. Masih banyak kita dapati, adanya keluhan dari mahasiswa karena kekecewaan mereka kepada sistem pelayanan birokrasi yang ruwet dan berbelit-belit. Konsep-konsep lama, seperti “jika bisa dipersulit mengapa harus dipermudah” masih bercokol di benak para birokrat perguruan tinggi. Banyak para birokrat perguruan tinggi yang masih bermental penguasa daripada bermental sebagai pelayan masyarakat.

Implementasi nilai-nilai kewirausahaan bukan berati dagang atau menjadi makelar. Banyak orang yang kemudian salah dalam mengartikan kata “mewirausahakan birokrasi”. Di beberapa lembaga pemerintah yang mulai menerapkan kewirausahaan, kemudian memasang tarif pada saat memberikan pelayanan, sehingga lembaga pemerintah menjadi penjual jasa dengan menerapkan tarif alias pungutan pada setiap layanan yang diberikan. Padahal tugas birokrasi adalah melayani sehingga jika setiap pelayanan harus dinilai dengan uang, maka berarti mereka tidak jauh berbeda dengan para makelar atau broker pelayanan.

Begitu juga dengan birokrasi perguruan tinggi. Saya melihat beberapa perguruan tinggi negeri terutama, yang telah menerapkan birokrasi yang berwirausaha, lebih memfokuskan pada pemberian tarif pada setiap jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi tersebut, mulai dari registrasi hingga pelayanan akademik dan non akademik. Karena itu, kuliah di perguruan tinggi yang berwirausaha menjadi  sangat mahal, karena segala sesuatunya diperhitungkan tarifnya secara material, mulai dari SPP, uang gedung, ikoma, internet, perpustakaan dan sebagainya, sehingga mahasiswa harus membayar uang berlipat-lipat karena perhitungan tarif pelayanan yang njilet tersebut. Beberapa perguruan tinggi negeri terkemuka yang telah berubah status manjdi BHPMN atau BLU, menaikkan tarif layananannya hingga 50% atau lebih sebelum mereka berstatus baru tersebut.

Menurut hemat saya, mewirausahakan birokrasi perguruan tinggi, bukan berarti menaikkan harga pada tiap-tiap pelayanan itu, tetapi justru lebih ditekankan pada perubahan mental para sivitas akademikanya, agar mereka menjadi orang-orang yang memiliki karaketeristik sebagai seorang wirausahawan yang ulet,  kreatif, inovatif, proaktif terhadap perubahan, berwawasan ke depan dan sebagainya. Seperti yang dikatakan oleh David Osborne (1992) dalam Reinventing Bureucracy-nya bahwa siapa pun bisa menjadi seorang wirausahawan dalam menjalankan tugasnya, termasuk para birokrat asalkan mereka memiliki mental-mental sebagai wirausahawan dalam menjalankan tugas-tugasnya.  Para guru, dosen, kepala sekolah, rektor, pembantu rektor, pegawai administrasi dan juga mahasiswa, bisa menjadi seorang wirausahawan dalam pekerjaannya masing-masing asalkan mereka menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Terkait dengan pembicaraan di atas maka mewirausahakan birokrasi perguruan tinggi berarti bagaimana para sivitas akademika perguruan tinggi menerapkan nilai-nilai kewirausahaan itu dalam kinerja mereka.

Berdasarkan penelitian yang saya lakukan di tiga perguruan tinggi di kota Malang, ditemukan adanya beberapa nilai kewirausahaan yang diterapkan dalam pengelolaan birokrasi perguruan tinggi, sehingga menjadikan ketiga perguruan tinggi tersebut maju dan berkembang pesat, nilai-nilai tersebut adalah: inovatif, kompetitif, orientasi pelanggan, proaktif, profesional, risktaking, integritas, orientasi hasil, meningkatkan mutu layanan, pemberdayaan, merebut kesempatan dan menciptakan peluang, memiliki cita-cita untuk maju, dan bekerja keras tanpa mengenal lelah.  Jika para sivitas akademika perguruan tinggi memiliki nilai-nilai seperti yang ditemukan di atas, maka dipastikan dia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Yang menjadi rektor akan menjadi rektor yang berwirausaha, yang menjadi dekan akan menjadi dekan yang berwirausaha, yang menjadi dosen akan menjadi dosen yang berwirausaha dan yang menjadi mahasiswa asalkan menerapkan nilai-nilai kewirausahaannya dalam kehidupan sehari-hari, maka mereka akan menjadi para mahasiswa yang beriwarausaha. Selamat menjadi civitas akademika perguruan tinggi yang berwirausaha, semoga anda sukses…………wallahu a’lam.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: