Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Hidup di Zaman Serba Berebut

Filed under: UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 12:29 pm

HIDUP DI ZAMAN SERBA BEREBUT.

Orang sering menyebut bahwa zaman sekarang adalah zaman serba berebut. Untuk memperoleh sesuatu yang kita inginkan, kita harus bersaing dulu dengan orang lain dan berebut untuk mendapatkannya. Siapa cepat maka dia kan dapat dan siapa terlambat jangan berharap. Dalam pepatah jawab dikatakan, “Lepet dibuntel godong, kurang cepet digondol uwong”. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, apa yang telah menjadi milik kita pun bisa direbut oleh orang lain jika kita tidak mampu menjaga dan merawatnya dengan baik. Karena itu, setiap orang harus bersiap-siap untuk menghadapi perkembangan dunia yang serba berebut tersebut.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa akan datang suatu zaman dimana manusia akan menjadi seperti anjing yang berebut makanan. Mereka saling menyerang antara satu dengan yang lain dan mereka tidak peduli dengan sesama saudaranya sendiri. Masing-masing hanya mementingkan perut dan dirinya sendiri, meskipun orang lain kelaparan.

Untuk menghadapi dunia yang serba berebut seperti ini, manusia harus mempersiapkan diri dengan berbagai macam jurus untuk menuju kesuksesan hidupnya. Salah satunya adalah dengan mengetahui kesempatan dan peluang-peluang yang anda bisa tembus untuk anda jadikan jalan menuju kesuksesan.  Kita harus sadar bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak selalu mulus seperti yang kita harapkan. Banyak hal yang sebelumnya tidak kita pikirkan, tetapi ternyata menjadi halangan dan rintangan yang besar bagi kita. Sesuatu yang tadinya kita remehkan, bisa jadi akhirnya menjadi kendala yang besar bagi kesuksesan kita. Kita akan merasa kaget, kecewa dan sock jika kita tidak memikirkan tantangan dan kendala-kendala itu, lalu tiba-tiba tantangan itu muncul begitu saja. Apalagi jika tantangan itu sebenarnya ada di depan kita, tetapi kita tidak tahu bahwa itu sebenarnya tantangan.

Secara psikologis, jika sejak awal kita telah mengetahui tantangan apa yang bakal kita hadapi, tentu kita akan siap dan tidak sock ketika menghadapi tantangan itu, karena kita telah mempersiapkannya secara mental dan fisik. Adapun jika kita belum tahu dan belum memperkirakan sebelumnya, tantangan-tantangan apa yang bakal kita hadapi, tentu secara psikologis kita akan lebih tidak siap. Begitulah gambaran bahwa mengetahui kendala dan tantangan yang akan kita hadapi dalam meraih cita-cita, merupakan sesuatu yang urgen agar kita menjadi siap baik secara mental maupun fisik.

Adapun salah di antara cara yang bisa kita tempuh untuk mengatasi tantangan-tantangan yang akan kita hadapi itu adalah:

Petakan masing-masing potensi dan kesempatan yang anda miliki dalam sebuah draft kerja atau di atas secarik kertas, lalu taksirlah tantangan dari masing-masing potensi dan kesempatan anda tersebut.

Analisislah masing-masing tantangan dan kendala yang akan anda hadapi itu secara mendalam dan perkirakan kapan tantangan dan kendala itu akan muncul menghadang anda.

Pikirkan jalan keluarnya dengan mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat anda lakukan untuk menghindari kendala-kendala itu, tetapi jika tidak ada jalan untuk menghindarinya, maka pikirkan bagaimana cara mangatasinya.

Jika anda mengalami kesulitan untuk menganalisis dan mengidentifikasi serta memecahkan masalah dan kendala yang anda hadapi, diskusikan dengan teman anda, atau mintalah petunjuk kepada orang yang ahli dalam bidang tersebut, sehingga anda memiliki wawasan yang lebih luas untuk menyelesaikan masalah anda.

Setelah semuanya anda lalui dengan baik, maka saya yakin anda akan lebih mantap dalam menghadapi hari depan anda dan anda siap berebut dengan orang lain, karena anda telah mengetahui siapa diri anda, apa potensi anda, apa peluang anda, apa tantangan yang bakal anda hadapi dan bagaimana cara pemecahannya. Semua itu akan menjadi mudah anda lakukan, jika anda melakukannya dengan enjoy dan santai, tanpa menganggapnya sebagai sebuah beban yang berat.

Untuk lebih mempertajam analisis anda terhadap diri anda sendiri, mungkin anda bisa bertanya kepada orang lain untuk memberikan masukan tentang keempat potensi itu pada diri anda, sehingga anda tidak hanya melihat diri anda secara subyektif, tetapi anda juga mendapatkan masukan dari orang lain tentang diri anda. Dalam hal ini, jangan malu untuk dikritik, karena kritik yang membangun lebih baik daripada pujian yang memabukkan. Sebuah kritik yang baik, akan dapat memacu anda untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, sedangkan pujian yang memabukkan dapat menjadikan diri anda terlena dan termakan oleh kata-kata.

Inti dari apa yang saya sampaikan di atas adalah untuk menjadi seorang pemenang dalam dunia yang serba berebut ini, maka kita harus mulai dari diri kita sendiri dengan berbagai macam perbekalan yang memadai, baik dari sisi fisik maupun mental, sehingga kita siap untuk bersaing dalam perebutan tersebut. Setelah kesiapan individu ada, maka kita lihat peluang dan tantangan yang ada di medan perebutan. Jika kedua hal tersebut telah dikuasai secara baik, maka saya yakin anda semua akan menjadi pemenang di zaman yang serba berebut ini. Wallahu a’lam bi shawab.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: