Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Hakikat Umur Panjang

Filed under: UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 12:28 pm

Hakikat umur panjang

Ada satu pengalaman menarik di desa saya tinggal, yaitu di dusun Gasek Karangbesuki Malang. Mungkin karena pengaruh alam, banyak di antara penduduk asli desa itu yang memiliki usia panjang. Tidak sedikit di antara mereka yang mampu bertahan hidup hingga 90 sampai 100 tahun dan bahkan lebih. Saya bertanya-tanya, mengapa mereka bisa bertahan hidup selama itu? Faktor apa yang berpengaruh pada panjangnya usia mereka?

Dugaan sementara saya karena mereka hidup dalam keadaan damai, nerimo ing pandum dan tidak ngoyo dalam menghadapi kehidupan. Memang kebanyakan mereka hidup sebagai petani dan peternak sapi atau kambing, sehingga mereka jarang menghadapi masalah-masalah perkotaan yang serba kompetitif dan saling berebut. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, meskipun mereka hidup panjang sampai seratus tahun, adakah di antara anda para pembaca face book ini yang mengenal mereka?

Mungkin kebanyakan anda akan menjawab tidak dan bahkan saya sendiri yang hidup satu desa dengan mereka, banyak yang tidak kenal dengan mereka yang berumur panjang itu, tahu-tahu ketika ada pengumuman bahwa si mbah fulan telah meninggal dunia dan diumumkan mereka meninggal pada usia sekian tahun pada acara tahlilan atau yasinan di kampung. Mungkin itupun sekedar mengenal dari sisi fisik dan wajah, bukan mengenal secara utuh tentang keberadaan orang yang berumur panjang itu.

Sekarang coba anda bandingkan mereka dengan sosok-sosok monumental di Indonesia seperti Sukarno dan Bung Hatta? Berapa usia mereka? Sepengetahuan saya usia mereka tidak sampai 70 tahun, tetapi siapa di antara anda yang tidak mengenal Bung Karno dan Bung Hatta? Mengapa anda mengenalnya?

Jawabannya karena mereka pernah mengukir sesuatu yang berharga bagi seluruh bangsa Indonesia, sehingga nama Bung Karno dan Bung Hatta dikenal oleh seluruh bangsa Indonesia, meskipun mereka tidak pernah mengenal wajah dan fisiknya. Saya yakin mereka akan tetap dikenang oleh bangsa Indonesia hingga bangsa ini hilang nanti pada hari kiamat.

Hakikat hidup pada dasarnya adalah bukan ketika kita dapat menghirup udara segar, memakan makanan yang enak-enak, membuat keturunan yang banyak, atau mengumpulkan harta yang banyak. Memang tidak dipungkiri bahwa menghirup udara segar, makan makanan yang enak-enak, dan memiliki keturunan yang banyak itu penting dan saya yakin semua orang ingin mendapatkan semua itu, tetapi sesungguhnya ada sesuatu yang lebih penting dan abadi dalam kehidupan kita kini dan di masa mendatang, yaitu bagaimana setelah jasad kita tiada tetapi pada hakikatnya kita masih tetap ada.

Umur panjang bukanlah tatkala kita mampu menikmati hidup di dunia ini sampai seratus atau dua ratus tahun lamanya, karena setelah seratus tahun berlalu toh kita tetap akan mati berkalang tanah. Sesungguhnya hakikat umur panjang adalah seberapa lama eksistensi kita mampu bertahan dalam menggerakkan pikiran-pikiran manusia, sehingga mereka akan senantiasa mengingat, mempelajari dan meneladani prilaku kita selama hidup di dunia.

Mungkin usia Bung Karno dan Bung Hatta masih terlalu lama dan bisa dibilang normal. Coba kita lihat Imam Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Menurut buku sejarah yang saya baca, Imam Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah meninggal di usia 40-an tahun, tetapi saya bertanya, siapa di antara kalian yang tidak mengenal Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah, mengapa itu terjadi? Menurut anda, pada hakikatnya lebih panjang mana usia tetangga saya yang hidup di dunia hingga 100 tahun dengan Ibnu Taimiyah yang hanya hidup di dunia hanya 45 tahunan?

Imam Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah memang sudah meninggal secara fisik pada usia yang singkat, tetapi pada hakikatnya mereka masih hidup hingga sekarang. Mengapa demikian? Karena pikiran-pikiran mereka dan gagasan-gagasan mereka masih tetap bersemayam di hati dan pikiran jutaan orang manusia. Lewat tulisan-tulisan dan karya-karya mereka yang monumental, manusia mengenal mereka dan memahami pikiran-pikiran serta gagasan-gagasan mereka yang cemerlang. Karena itu, meskipun secara fisik mereka telah meninggal, tetapi pikiran dan gagasan mereka terus hidup dan diikuti oleh manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Itulah hakikat umur panjang yang sebenarnya, bukan seberapa lama kita menghirup udara di dunia, bukan seberapa banyak makanan yang telah kita makan, dan bukan pula sudah berapa liter air yang kita minum, akan tetapi umur panjang kita yang sebenarnya adalah seberapa banyak kita telah menitipkan ide dan gagasan-gagasan kita kepada generasi sesudah kita dan seberapa banyak manusia yang telah memanfaatkan gagasan-gagasan kita untuk kehidupan mereka? Jika kita telah mampu menghasilkan gagasan-gagasan yang cemerlang untuk generasi kita di masa mendatang, berarti kita telah mempersiapkan diri kita untuk mengarungi dunia lebih lama dan menjadikan diri kita berumur panjang.  Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: