Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Bila Rektor UIN Maliki Berpoligami

Filed under: PENDIDIKAN — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 12:15 pm

Dalam peresmian Masjid Ulul Albab UIN Maliki Malang tanggal 11 Nopember 2009 silam, yang dihadiri oleh Menteri Agama RI dan Atase Saudi Arabia di Indonesia, ada satu ungkapan menarik  yang disampaikan oleh Atase Pemerintah Saudi Arabia di Indonesia, yaitu Dr. Ibrahim Nuhaimsyi yang menyampaikan apresiasinya yang sangat besar kepada para sivitas akademika  UIN Maliki Malang yang gigih dan tidak mengenal lelah, hingga UIN Maliki menjadi Universitas yang besar, megah dan diperhitungkan oleh masyarakat Islam Indonesia dan bahkan Timur Tengah.

Dalam sambutannya, Nuhaimsyi mengatakan bahwa dulu ketika datang ke UIN Maliki Malang pertama kali,  dia sempat mengejek  UIN Maliki ini sebagai universitas yang kecil dan hanya memiliki dua gedung yang kecil-kecil dan tidak ada sesuatu yang dibanggakan. Tetapi beberapa tahun kemudian, beliau datang lagi ke kampus ini dan ternyata semuanya sudah berubah total. Gedungnya berubah menjadi megah, perpustakaannya besar dan lengkap, sarana dan prasarananya bagus, sehingga beliau harus mengatakan salut kepada para sivitas akademika UIN Maliki Malang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo.

Karena semangat para sivitas akademika UIN Maliki Malang yang luar biasa itu, beliau berpesan kepada para isteri sivitas akademika UIN Malang, agar mereka sabar dan rela untuk dimadu dengan isteri kedua suami-suami mereka, yaitu kampus itu sendiri.  Menurutnya, jika Rektor tidak menjadikan kampus sebagai isteri kedua, mustahil UIN Maliki bisa berkembang secepat ini. Karena itu tidak heran jika setiap hari beliau berangkat ke kampus pagi-pagi dan pulang di malam hari.

Mengubah kampus dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas, memang bukan pekerjaan mudah semudah membalikkan telapak tangan.  Diperlukan usaha yang tidak main-main oleh seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang dalam mempersiapkan kampus ini menjadi universitas. Meskipun pada awalnya, Rektor UIN Maliki mendapatkan tantangan yang berat atas perubahan-perubahan yang beliau lakukan, baik secara internal kampus maupun eksternal, namun beliau tetap yakin pada pendiriannya.  Bahkan dalam sebuah pidatonya di hadapan para dosen dan pegawai beliau mengatakan siap untuk dipenjara dan bahkan ditembak mati sekalipun asalkan dengan dipenjaranya beliau atau matinya beliau menjadikan kampus ini maju dan berkembang.

Menurut Ibrahim Nuhaimsyi,  karena poligami Rektor UIN Maliki dengan kampusnya inilah, kini semua orang bisa merasakan berkahnya. Kampus menjadi megah dan UIN Maliki Malang menjadi universitas yang diperhitungkan oleh masyarakat Indonesia.

Kita berdoa semoga cita-cita UIN Maliki menjadi Central of Islamic Civilization di Indonesia bisa terwujud. Amin ya Robbal Alamin.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: