Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Awas…Pesta miras, narkoba dan Sex di Malam Tahun Baru

Filed under: UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 11:59 am

Bagi sebagian orang, malam tahun baru merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Bahkan ada di antara  mereka yang telah merencanakan dan mempersiapkannya dengan matang sejak beberapa bulan sebelumnya, untuk berlibur dengan teman-teman atau membuat kegiatan-kegiatan tertentu yang sesuai dengan selera mereka.

Satu hal yang perlu kita waspadai adalah perayaan malam tahun baru yang menjurus kepada hal-hal yang berbau negatif, seperti pesta miras, narkoba dan bahkan sex bebas. Awalnya begitu sederhana, ketika beberapa orang berkumpul, tiba-tiba ada yang mengajak untuk patungan untuk membeli  makanan ringan, setelah itu ada yang usul untuk sekalian membeli minuman keras.

Ada lagi modus lain, biasanya ada orang yang mau mendanai pesta itu dengan membelikan satu krak minuman keras dan mengundang muda-mudi untuk berkumpul di tempat pesta. Setelah mereka pada mabuk, akhirnya mengarah kepada perempuan. Biasanya perempuan nakal sudah siap diundang pada malam-malam seperti itu dan mereka pun siap dipakai bersama-sama.

Di kalangan mahasiswa juga tidak jauh berbeda. Di malam tahun 2007, pernah dilakukan razia di Desa Poharin Karangbesuki Malang. Pada waktu itu, ketua RW diberi laporan bahwa di beberapa tempat kost, terutama yang tidak ada bapak atau ibu kostnya, diadakan pesta sabu-sabu dan minuman keras. Juga dilaporkan bahwa anak-anak kost itu juga membawa pacar-pacar mereka masuk ke dalam kamar kos-kosan.  Begitu diberi laporan seperti itu, maka bapak RW beserta perangkatnya, akan mengadakan penggerebekan kepada mereka yang pesta miras, sabu-sabu dan wanita.

Tepat pukul 02 pagi, Bapak RW yang dibantu oleh beberapa warga, mengadakan razia secara serempak di beberapa tempat kost yang dianggap liar. Dalam razia itu, ditemukan ada 23 pasang mahasiswa-mahasiswi yang sedang mesum di dalam kamar. Ketiga digrebek itu, sebagian dari mereka ada yang sedang bersetubuh, ada yang sekedar berciuman, dan ada pula yang dalam keadaan telanjang bulat.  Untungnya dari sekian banyak mahasiswa-mahasiswi  yang terjaring razia itu, tidak ada yang berasal dari UIN Maliki Malang.

Setelah itu, ketua RW membuat keputusan, bahwa mereka yang terjaring razia itu, diwajibakan untuk membayar denda sebanyak 10 sak semen yang digunakan untuk membangun gedung RW yang sekarang sudah jadi.  Mungkin  seandainya dilakukan penggrebekan di kos-kosan di desa lainnya pada malam tahun baru itu, juga akan ditemukan kasus-kasus yang sama seperti itu.

Untuk menghindari kasus-kasus serupa terjadi di sekitar lingkungan kita, mungkin para pengurus RT dan RW harus tanggap sejak awal, dengan membuat peraturan yang dapat mencegah hal-hal seperti itu terjadi. Misalnya dengan membuat edaran yang disosialisasikan lewat papan-papan pengumuman, di tempat kos-kosan, dan sebagainya, yang isinya melarang untuk melakukan pesta miras, narkoba dan membawa pacar masuk ke dalam kos-kosan apalagi membawa mereka masuk ke dalam kamar.

Tetapi anehnya, di beberapa kos-kosan yang saya temukan di daerah Yogyakarta, banyak kos-kosan yang dalam satu rumah kost terdapat penghuni pria dan wanita. Pergaulan mereka sangat bebas, keluar masuk bebas, seakan-akan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Akibatnya, banyak di antara kawan-kawan saya yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Ada salah seorang teman saya, dia lulusan dari sebuah pondok pesantren di Jombang, ketika baru datang kelihatan begitu alim, rajin shalat, puasa dan sebagainya. Satu tahun dia tinggal satu kost dengan saya dan kita sering shalat berjama’ah dengannya. Setelah saya selesai S-2, akhirnya dia pindah kos yang bebas tadi. Sebelum pulang ke Malang, saya sempat mampir ke tempat kosnya. Saya kaget karena di kos-kosan itu banyak anak-anak perempuannya. Saya bertanya, siapa gerangan mereka itu? Dia menjawab bahwa mereka adalah sama-sama penghuni kos ini. Saya pun kaget, karena selama ini saya belum pernah menemukan kasus ada tempat kos yang bebas dihuni laki-laki dan perempuan secara bersama-sama.

Satu tahun kemudian saya mendengar kabar bahwa teman saya yang alim itu telah menghamili  teman satu kostnya dan hidupnya berantakan hingga tidak tamat kuliah. Saya ikut prihatin atas kejadian itu, meskipun sampai sekarang belum pernah bertemu lagi.

Karena itu, wahai bapak kost, ibu kost dan para penghuni kost, waspadalah…..apalagi menjelang malam tahun baru.  Jangan sampai “pergaulan bebas” masuk ke dalam kos-kosan anda.

Wahai para gadis, waspadalah di malam tahun baru, jagalah kehormatan kalian, karena jika kehormatan itu hilang, kalian akan menjadi seperti sampah yang terbuang…

Jangan mudah terkena rayuan gombal lelakimu, meskipun kamu mencintainya dan takut kehilangan dia…

masih banyak lelaki yang lebih baik dari mereka, karena jika lelaki berani mengambil kehormatanmu sebelum janur melengkung, berarti dia bukanlah laki-laki yang baik untukmu….

Wahai orang tua, …waspadalah…awasilah anak-anak kalian…terutama di malam tahun baru… berilah mereka pengertian…agar terhindar dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan…wallahu a’lam bishawab…

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: