Munirulabidin's Blog

May 7, 2010

Arti Sebuah Kemenangan

Filed under: AGAMA DAN FILSAFAT,UMUM — Dr. Munirul Abidin, M.Ag @ 11:56 am

ARTI SEBUAH KEMENANGAN

Tadi malam saya melihat sebuah film kolosal yang hebat berjudul “The Troy”, sebuah film yang menceritakan tentang kegigihan bangsa Troy dalam mempertahankan harga diri dan tanah air mereka dari serangan bangsa Yunani. Dengan begitu kejamnya Yunani membabat habis seluruh bangsa Troy hingga mereka hancur dan binasa. Alasan yang dijadikan Yunani menyerang bangsa Troy adalah untuk menyebarkan misi Tuhan mereka dan meninggikan nama besar Yunani. Sedangkan bangsa Troy, rela bertahan dari serangan Yunani yang jauh lebih besar tentaranya dan mereka rela mati dalam peperangan itu, demi mempertahankan harga diri dan berjuang di jalan Tuhan mereka.

Peperangan itu begitu kejam, sehingga mereka saling membunuh tanpa ampun. Anak-anak dan kaum wanita ikut menjadi korban demi ambisi penguasa Yunani yang angkuh dan sombong. Setelah berhasil memenangkan peperangan itu, mereka berpesta pora dengan minum-minuman keras dan wanita-wanita yang ditawan sebagai budak. Sementara itu, bangsa Troy yang selamat, mereka hidup menderita, terkatung-katung dalam kesusahan. Ribuan orang dari bangsa mereka mati berkalang tanah karena dibantai oleh bangsa Yunani yang besar. Yang menjadi pertanyaan adalah apa arti kemenangan yang sesungguhnya? Haruskan kemenangan yang kita peroleh menjadikan orang lain sengsara?

Kita selalu dididik agar kita menjadi orang-orang yang menang dalam hidup. Dalam bidang apa pun, selalu ditanamkan dalam diri kita, agar kita selalu menjadi orang-orang yang menang, meskipun harus mengorbankan orang lain demi kemenangan itu. Akibatnya, banyak orang yang menempuh berbagai macam cara untuk mendapatkan kemenangan itu, meskipun harus berbuat curang dan berlaku tidak adil. Para politikus saling menjegal dan menfitnah lawan politiknya, para pemain olahraga melakukan kecurangan melalui wasit dan permainan kotor untuk mendapatkan kemenangan dan masih banyak lagi bidang-bidang lain yang menjadikan orang rela berbuat nista demi mendapatkan kemenangan tersebut.

Kemenangan telah dijadikan sebagai tujuan utama bukan sebagai sarana untuk menuju kemenangan yang lebih besar. Karena itu, tidak heran jika kita bisa tertawa riang dengan kemenangan kita meskipun musuh kita menderita dan terpuruk akibat kemenangan itu.

Bisakan kemenangan diperoleh tanpa harus melukai dan menjadikan orang lain sengsara? Bisakan kemenangan kita justru menjadikan orang lain bahagia dan lebih baik?

Islam mengajarkan bahwa setiap mukmin haruslah menjadi orang-orang yang menang. Kemenangan dalam Al-Qur’an digambarkan dalam berbagai macam bentuk ungkapan. Ada kalanya  disebutkan dengan kata “faaizun” dan kadang diungkapkan dengan kata “muflihun”  yang artinya menang atau beruntung.  Ajaran Islam untuk menjadi orang-orang yang menang, tidak harus mengalahkan orang lain. Setiap orang bisa mendapatkan kemenangan itu jika mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangannya. Misalnya di sebutkan dalam surat Al-A’la: “Telah beruntunglah orang-orang yang membersihkan hartanya, menyebut nama Allah serta lebih mementingkan kehidupan kehidupan akhirat daripada dunia.”
Menurut Islam, kemenangan yang diperoleh seseorang tidak harus mengalahkan orang lain, karena setiap orang berhak mendapatkan kemenangan yang sama jika mereka sama-sama melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangannya. Karena itu, kemenangan itu sangat ditentukan oleh individu masing-masing dalam menggapainya dan tidak tergantung kepada orang lain. Bahkan jika seseorang hendak mendapatkan kemenangan tetapi menjadikan orang lain sengsara, maka segala usahanya untuk mendapatkan kemenangan itu menjadi sia-sia dan tidak bernilai dihadapan-Nya.

Dalam teori modern saya teringat dengan teori Stephen Covey dalam bukunya yang menegaskan tentang “win-win solution”. Sebuah kemenangan tidak harus menjadikan yang lain kalah, tetapi bagaimana kemenangan kita bisa menjadikan orang lain juga mendapatkan kemenangan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka. Karena itu, perlu dilakukan musyawarah, saling memahami antara satu dengan yang lain, sebelum terjadi konflik yang dapat memakan korban, baik yang bersifat moral maupun material. Wallahu a’lam.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: